Kekuasaan sebelumnya saya bertanya-tanya kenapa harus ada dibenak pribadi manusia itu sendiri ???
Kekuasaan dalam pandangan saya seperti "aktris dalam perannya".
Kekuasaan dalam pandangan saya seperti "aktris dalam perannya".
Kekuasaan dalam pandangan saya lebih banyak buruknya dari pada baiknya
Karena itu lah saya menghindar dari kekuasaan tersebut atau jabatan secara frontalnya..
Memang benar wanita itu belum pantas menjadi seorang pemimpin,,
Belum bukan berarti tidak!!
Belum bukan berarti wanita tidak bisa, menjadi nahkoda dalam perahunya
Tapi memang betul, semua itu sudah ada ketentuannya sendiri.
Bisa bukan berarti harus menyetir seluruh awak perahunya.
Kekuasaan dimata ku kini sudah terlalu ekstrem,, walau masih dikalangan mahasiswa.
Kekuasaan itu ternyata memang milik si "Empunya" atas kuasa ,,
Saya mungkin disini hanya sebagai penonton setia dalam akrobat-akrobat para pemain "kuasa" tersebut..
Salah saya hanya sebagai penonton setia, tak bisa melakukan apa-apa ..
Mau men"Kat" adegan demi adegan kami tak berhak,, yang berhak hanya si sutradara penyetir skenario nya..
Memang salah saya,, ingin ikut serta dalam adegan namun hanya ingin menjadi penonton.
Memang tidak bisa dan tak akan bisa ikut dalam akrobat yang disusun nya..
Dalam hal ini tentunya "aktris" yang bersangkutan harus tahu apakah dia sedang salah memainkan perannya atau kah memang dia punya peran ganda.
Tuntutan akan peran yang dimainkan kini menurut saya sungguh melampaui skenarionya,, dan tak berhak menyetir pemain-pemain lain jika ingin menjadi "terkenal".
Dalam tuntutan skenario yang sudah pasti ada batasnya seharusnya dia membiasakan diri dalam mengembangkan perannya tersebut, tapi mengapa mereka itu selalu melebih-lebihkan perannya,, walaupun memang itu hal yang baik untuk tuntutan peran mereka…
Sebenarnya melampaui batas itu baik,, tapi dalam porsi tertentu, tidak semua hak pemain lain diambil alih olehnya,,
Berikanlah peran kepada orang-orang yang berhak atas itu,,
Dan tuntunlah mereka agar menjadi aktris terkenal juga,,
Seperti kalian yang kini menjadi seorang terkenal dimata orang..
Dan saya fikirkan kekuasaan seperti halnya diatas tadi,, memang agak sedikit kurang sinkron atas idiom tersebut.
Tapi,, mungkin bagi mereka yang mengerti dan faham maksud dan tujuan saya menuliskan hal ini,, akan mampu menggambarkan apa yang mereka lakukan dan bagaimana atau sejauh mana mereka menapakkan langkahnya apakah sudah dibatasnya ataukah memang sengaja melampaui batas…??
Tidak ada komentar:
Posting Komentar